til / 1 Sep 2026 / 3 min read / 0 views
Asal Usul Kata dan Filosofi Nasi Pecel
Tadi siang pas lagi kelas praktik bahasa Inggris, ada satu soal yang memuat kalimat tentang makanan favorit seseorang, yaitu pecel dan sate. Dosen tiba-tiba melempar pertanyaan ke kelas: "Kira-kira apa bahasa Inggrisna nasi pecel?" Teman-teman menjawab beragam, mulai dari "rice pecel" sampai deskripsi panjang seperti "mixed vegetables rice with peanut sauce". Setelah itu, dosen bertanya lagi soal hal yang bikin sekelas terdiam: "Kira-kira apa filosofi di balik kata pecel dan berasal dari bahasa apa?" Ternyata gak ada satu pun yang tahu kalau kata ini punya akar sejarah yang kuat dari bahasa Jawa.
FYI:
- Etimologi Kata "Pecel": Kata pecel berasal dari bahasa Jawa Kuno/Jawa Mataram, yaitu "dipecel", yang berarti makanan atau sayuran yang direbus kemudian diperas airnya sebelum disajikan.
- Proses Pengolahan yang Khas: Istilah ini merujuk langsung pada proses mekanis penyiapan sayurannya. Sayuran hijau direbus matang, ditiriskan, lalu diperas (dipecel) agar kadar airnya berkurang sehingga bumbu kacang yang kental bisa menempel sempurna dan tidak cepat basi.
- Filosofi Kesederhanaan dan Kebersamaan: Di balik seporsi nasi pecel, terdapat simbol keterikatan manusia dengan alam agraris. Beragam jenis sayuran lokal yang disatukan oleh siraman bumbu kacang mencerminkan filosofi harmoni perbedaan elemen yang disatukan menjadi satu kesatuan rasa yang nikmat dan merakyat.
- Tercatat dalam Manuskrip Kuno: Kuliner pecel bukan makanan baru kemarin sore; jejak sejarahnya sudah tercatat rapi dalam manuskrip klasik Serat Centhini (abad ke-19) sebagai hidangan jamuan kehormatan maupun santapan harian masyarakat Jawa.